TIMES BOJONEGORO, JAKARTA – Hampir dua tahun sejak pertama kali diumumkan, janji pembaruan besar akhirnya ditepati. Aplikasi navigasi Waze mulai menggulirkan lima fitur baru yang dirancang untuk membuat pengalaman berkendara lebih aman dan intuitif. Fitur-fitur ini sebelumnya dikenalkan pada Maret 2024, namun baru kini siap dinikmati pengguna secara lebih luas.
Informasi tersebut disampaikan Waze melalui email kepada penggunanya. Dalam pembaruan ini, Waze menghadirkan sejumlah peringatan kontekstual yang lebih detail, mulai dari kondisi jalan hingga situasi darurat di sekitar pengemudi.
Peringatan Jalan Lebih Detail
Salah satu fitur yang paling dinanti adalah notifikasi saat pengemudi mendekati tikungan tajam, polisi tidur, serta gerbang tol. Dengan adanya peringatan dini, pengguna diharapkan dapat menyesuaikan kecepatan lebih awal dan mengurangi risiko kecelakaan.
Selain itu, Waze kini juga memberikan notifikasi ketika terjadi penurunan batas kecepatan secara mendadak. Fitur ini membantu pengemudi mengantisipasi perubahan aturan lalu lintas, terutama di jalur yang kerap membuat pengendara lengah.
Navigasi Bundaran Lebih Jelas
Pembaruan lain yang cukup signifikan adalah peningkatan navigasi di bundaran. Waze mengklaim telah menyempurnakan panduan visual dan instruksi suara, sehingga pengemudi mendapat arahan jalur yang lebih jelas: lajur mana yang sebaiknya diambil dan di mana harus keluar dari bundaran.
“Pengguna akan mendapatkan instruksi yang lebih tegas saat memasuki bundaran yang kompleks,” tulis Waze dalam penjelasannya.
Belajar dari Kebiasaan Pengguna
Tak hanya soal peringatan jalan, Waze juga mulai mengandalkan pembelajaran kebiasaan berkendara. Aplikasi ini akan mempelajari rute favorit pengguna dari waktu ke waktu dan mulai memprioritaskan jalur tersebut, selama perbedaannya tidak signifikan dibanding rute tercepat versi algoritma.
Meski begitu, Waze tetap akan menyarankan rute alternatif jika terjadi kemacetan parah, kecelakaan, atau gangguan lalu lintas lain yang berdampak besar pada waktu tempuh.
Peringatan Kendaraan Darurat
Fitur lain yang tak kalah penting adalah notifikasi keberadaan kendaraan darurat. Pengguna akan mendapat peringatan ketika ada kendaraan darurat atau petugas yang berhenti di tepi jalan, sehingga pengemudi dapat memperlambat laju dan lebih waspada.
Untuk tahap awal, fitur ini diluncurkan di Amerika Serikat, Kanada, Prancis, dan Meksiko. Waze menyebut negara lain akan menyusul dalam waktu dekat.
Mengejar Ketertinggalan dari Google Maps
Kelima fitur ini sejatinya sudah diperkenalkan sejak awal 2024, bahkan sebagian sempat diuji coba ke pengguna terbatas. Namun, alasan mengapa peluncurannya ke publik memakan waktu hampir dua tahun tidak dijelaskan secara rinci oleh Waze. Kini, perusahaan memastikan fitur-fitur tersebut akan tersedia secara bertahap dalam “beberapa minggu ke depan”—dan sebagian pengguna mengaku sudah melihatnya aktif.
Pembaruan ini juga menjadi langkah Waze untuk mengejar ketertinggalan dari Google Maps. Dalam perbandingan terbaru, Google Maps masih dinilai unggul berkat akurasi petunjuk arah dan kelimpahan informasi. Dengan tambahan fitur-fitur baru ini, Waze berharap kembali memperkuat posisinya sebagai aplikasi navigasi berbasis komunitas yang adaptif terhadap kondisi jalan nyata. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Waze Akhirnya Rilis 5 Fitur Baru yang Dijanjikan Sejak 2024
| Pewarta | : Rochmat Shobirin |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |